Aku yang menemanimu dari nol, Dia yang kau ajak berdiri dipuncak


Perjalanan panjang kutempuh bersamamu. Suka dan duka kutelan mentah-mentah, bagiku berada disisimu adalah hal terpenting.
Ya, kita memulai semuanya dari titik nol lebih tepatnya aku yang bersamamu saat kau masih berada di titik rendah, dengan polosnya kuberikan semuanya yang kutanam dalam pikiran dan hati ini
' cinta itu harus seimbang,harus selalu bisa memberi' yang kutahu aku tak boleh kegirangan karena kekenyangan sedangkan kau sedang menjerit kelaparan. 

Susah bersamamu bukan perkara yang sulit untukku, bersamamu aku yakin lita akan melawan semuanya saat kau tak mampu berdiri ku berikan sebelah kakiku, saat kau tak mampu melihat kuberikan kedua mataku. 
Kamu jatuh tersungkur dengan seluruh kekuatanku aku mengajakmu untuk bangkit lagi,dengan erat kau menggenggam tanganku dan perlahan-lahan menguatkan kaki untuk berdiri. 
Suatu hari yang indah setelah begitu banyak derita yang kita lalui aku melihatmu telah mampu berdiri sendiri , kedua kakimu telah kuat dan matamu tidak lagi buta.
Kamu dapat melakukan semuanya yang ingin kamu lakukan. 
Aku yang kala itu sedang koma karena kelelahan seolah sembuh merasa ikut bahagia untuk keberhasilanmu dengan begitu percaya diri aku meyakinkan diri bahwa kamu akan datang dalam batinku kamu akan datang dan menjemputku.


Dan memang benar kamu datang, datang menemuiku dan membawa segudang terimkasih dari bibirmu, namun diakhir kalimat itu kau menyodorkan sebuah undangan pernikahan yang begitu cantik sebagai penutup dari tatap mata kita. Aku sekarat melihat itu,terpampang nyata wajahmu bersama seorang gadis cantik seolah kamu begitu bahagia tanpa ada beban sedikit pun.
Aku tak membencimu tidak juga dengan gadis itu , yang kubenci adalah diriku sendiri. 
Betap bodohnya aku dengan begitu maunya membantumu berdiri namun diakhir cerita dia yang kau ajak untuk berjalan. 
Sungguh nasib yang menyedihkan. Terimkasih telah memberiku pelajaran penting bahwa kita boleh sama-sama mendaki namun belum tentu bisa sama-sama berdiri dipuncak.




Sumber gambar: https://pin.it/1UdgWm3
               https://pin.it/5LrwxdJ

Comments

Popular Posts