Walau tak bersama lagi,namamu tak pernah luput disepertiga malamku dengan Tuhan

Kamu sudah jauh, padahal rasanya baru kemarin aku menggenggam tanganmu,

kini semuanya terjadi seperti yang kukatakan saat itu "suatu hari nanti akan ada tangan yang lebih pantas untuk membawa pergi,dan saat itu tak ada yang dapat kulakukan selain melepas'. 

Aku sudah terbiasa dengan kata kehilangan,sudah jadi kebal diriku dengan situasi seperti itu karena pada akhirnya setiap manusia harus hidup bersama dengan orang yang mereka cintai bukan dengan orang yang hanya mencintai mereka namun tak bisa mereka cintai. 



kenyataannya sekarang terjadi pada kita,kamu bersama dengan orang yang mencintaimu dan orang yang juga kamu cintai, bukan denganku yang mencintaimu tanpa kamu cintai. 

Aku tak bersedih akan hal itu,sedalamnya luka itu kamu tetap Indah, tak percaya? Coba tanyakan pada Tuhan seberapa sering aku menceritakan kamu padaNya bahkan kadang aku lupa menceritakan keluh kesahku pada Tuhanku karena kamu selalu jadi topik disepertiga malamku dengan Tuhan. 

Aku sadar bahwa aku sering meminta kamu diberikan yang terbaik oleh Tuhan karena itu Tuhan harus melepasmu dariku karena bukan dirikulah yang terbaik untukmu. Saat ini sedang tersenyum karena kulihat ada sosok baik di sana yang menantimu,sialnya senyumku diiringi beberapa deraian air mata, tetapi tak perlu panik karena aku sudah terbiasa dengan hal ini, yang membuatku tidak biasa adalah kamu harus denganku yang penuh kekurangan. 

Aku hanya mempunyai hati dan doa selebihnya aku kalah ! Pesanku untuk kamu Jangan pernah sampai kecapean bekerja, jangan sampai tubuhmu disentuh minuman keras lagi karena sebenarnya kamu itu lemah dalam hal tersebut, jangan sampai melepas lagi tangan yang tulus, jangan sampai lupa makan hanya karena hobby, ingatlah untuk selalu menyapa matahari pagi dengan sepatah kata dalam Do'a sebagai ungkapan syukur kamu masih bisa berdiri tegar pagi itu, dan dalam memorimu tolong ingatlah sedikit tentang diriku tak perlu terlalu banyak cukup hanya namaku saja,nama yang tak pernah luput menceritakanmu pada Tuhan dikala malam mulai menyapa dan subuh mulai berbisik.

Dan jika suatu hari nanti kita bertemu sapalah aku sebagaimana awal kita bertemu, sepanjang selama hidupku aku akan terus menyapamu walaupun dari kejauhan dari dalam doa dan itu cukup. Terakhir kemanapun dia membawamu pergi aku akan ada di sana bersama doa-doaku agar kamu selalu terjaga. 



January 2020 

Berdamai dengan kisah yang tak mampu kuteruskan, sepenggal doaku selalu menjagamu 



Sumber gambar : https://pin.it/EDhdFWP

                                 https://pin.it/2W0zyqH

Comments

Popular Posts