"Aku berdoa untukmu,Sebelum menjadikanmu Milikku"
Pria berbaju Putih yang sedang duduk bersama pengantin wanitanya dengan santai dia berdiri setelah mengucap salam dia meminta perhatian kami lalu menceritakan kisahnya katanya begini :
Dini hari Aku terbangun ! menundukkan kepala Bersujud kepada yang Mahakuasa Bersyukur atas napas yang masih dia hembuskan untukku Dimalam dalam Sujudku yang panjang Aku menceritakkan kepada Tuhan tentang wanita disebelahku ini yang tidak datang hanya untuk memperkenalkan Nama. Aku masih bersujud ! Lututku tak terasa perih walaupun jam dinding terus berdenting hingga sinar matahari pagi mulai menyentuh wajahku.
Dalam sujudku air mataku terjatuh bukan karena sakit,bukan karena kecewa tetapi ketika aku bersungguh-sungguh hingga dia mengalir dengan sendirinya. Pertama kali kulihat dirinya mulutku terbungkam karena parasnya,bukan paras wajah yang kumaksud tetapi kecantikan dirinya sebagai Pribadi yang menghangatkan.
Dengannya aku belajar hidup tidak hanya untuk mencintai tawa,Duka juga perlu ! Setiap harinya aku mendiskripsikan dirinya selama berjam-jam, bagaimana senyumnya yang manis,matanya yang sahdu dan tingkahnya yang lucu dan terkadang menjengkelkan namun aku suka itu ! Setiap hari,setiap malam yang sunyi aku dengan begitu berani terus meminta Izin kepada Tuhan atas dirinya Tuhan dalam kelemahanku,aku dengan Tulus meminta agar ciptaanMu yang seringku ceritakan ketika bertemu denganMu menjadi Pendamping diriku bukan hanya untuk saat ini namun hingga kelak Kamu memanggiku pulang "begitu doaku" ucapannya seketika membuatku tersentuh.
aku terus menyimak ceritanya.
Hingga suatu ketika dengan keberanianku aku menyatakan keinginanaku padanya Dia terdim terdiam sejenak .. Dalam diamnya batinku kacau,rasa takut ditolak membuatku gugup,kemudian dia tersenyum manis dan mengangguk kepalanya isyarat tanda setuju. Kembali aku yang terdiam tidak percaya dengan apa yang terjadi. Semuanya nyata ! Kini aku mempunyaimu sebagai tempat bersandar.tidak peduli ujungnya akan ada sakit hati di cerita kita setidaknya untuk dirinya aku berdoa sebelum berjuang. kini aku mengerti bahwa memperjuangkan orang kita cinta tidak bisa hanya mengandalkan diri sendiri, tak peduli paras seperti apa, harta sebanyak apa jika tidak meminta campur tangan Sang Pencipta maka semuanya akan menjadi rumit.
selain itu juga aku berpasrah kepada Tuhan sebagai bentuk kesungguhanku kepada dirinya. "Dan kini wanita duduk disampingku sebagai pendampingku untuk saat ini dan sampai mati nanti hingga kami bertemu lagi di surga dan mulai sekarang, dengan dirinya aku bersujud menceritakan pada Tuhan hari-hari yang telah kami lalui sembari meminta agar genggaman kita tak terlepas.
Pria itu mengakhiri ceritanya dengan mencium kening sang gadis dengan posisi membungkuk dihadapan gadis yang dia sebut dalam doanya.
Belajar dari sang Pria_
Stesy tifanny Mey 2019.
Sumber gambar : https://pin.it/4R8iZPF
https://pin.it/qDoeFAz
https://pin.it/wBQOQu2





Comments
Post a Comment