Cintailah Dahulu Penciptamu,Baru Ciptaan-Nya !
Cinta merupakan hal yang sering dirasakan namun sulit dimengerti terkadang tumbuh dengan cepat terkadang kandas secepat angin.
Bagaimanapun pengertian dan bentuknya cinta telah merambat seluruh permukaan bumi hingga cinta itu menyentuhku tepat saat aku bersamamu.
Aku mengartikan cinta sebagai suatu kesenangan saat-saat bersamamu membuatku merasa seolah tak membutuhkan siapupun seolah napasku bergantung padamu.
Saat ingin melakukan sesuatupun aku harus mendapat izin darimu bahkan itu makan jika tak mendapat balasanmu maka makanan dihadapanku akan menjadi basi,hingga suatu hari aku mendapati dirimu sedang asyik mencurahkan perasaanmu pada orang lain namun dengan bodohnya dan tak henti-hentinya aku teteskan air mataku memohon padamu untuk tetap bersamaku alhasil kau pergi ! Seperti kesurupan aku menyiksa diriku atas kepergiaanmu.
Hari-hari kulalui hanya dengan meratapi kepergiaanmu.
Suatu hari aku bertemu dengan temanku sewaktu SMA dia terlebih dahulu menyapaku setelah berbincang-bincang mengenai kesehariaanya yang sekarang bekerja sebagai teller disebuah BANK SWASTA dan dirinya telah berkeluarga teringatlah diriku bahwa temanku ini menjalin hubungan asmara dengan kekasihnya sejak duduk dibangku SMP hingga kami lulus SMA mereka masih bersama dan aku baru mendapati kenyataan yang terucap dari bibirnya bahwa Pria itu bukanlah yang menjadi tulang rusuknya kini hubungan mereka sudah berakhir ketika memasuki tahun ke 8 dengan rasa penasaran aku bertanya "Bagaimana keadaamu setelah berpisah dengannya?" "Awalnya aku tak percaya dan terpuruk namun aku membiarkan dia berlalu , bersamanya aku hanya melukai diriku dan menjadikannya sebagai Prioritas melebihi Sumber Kehidupan yang sesungguhnya.saat bersamanya aku tak merasakan cinta namun egoku yang begitu besar,hingga aku sadar cintaku berlebihan unuk dirinya " jawabnya yang membuatku seperti kesemutan "Lalu?" tanyaku penasaran "Yahh tak berlagak suci tetapi dasarnya harus seperti itu, aku mendekatkan diriku kepada Yang Mahakuasa mencintai Penciptaku terlebih dahulu dan menjadikanNya sebagai prioritas lalu aku mulai belajar mencintai diriku sendiri hingga aku dipertemukan dengan sesorang yang sama seperti diriku mencinta sang Pencipta terlebih dahulu baru CiptaanNya" tutupnya dengan senyum penuh kepuasan kini aku duduk di tepi kamarku.
Semenjak pertemuan dengan temanku tadi aku seolah merasa lebih tenang,perlahan-lahan kututup kedua mataku,dengan hati yang tertunduk aku tuturkan cintaku pada Tuhanku memohon ampun serta syukur yang tak berkesudahan air matakupun tak hentinya bercucuran kini untuk makan izinku hanya kepada Tuhan segala aktivitasku dimulai setelah Aminku tersampaikan dan bahagiaku tak berkesudahan karena aku telah mencintai Tuhanku maka perihal mencintamu adalah hal kecil untuk kulakukan
Sumber gambar : https://pin.it/7pzxcqv
https://pin.it/6os4Kjo




Comments
Post a Comment